Aku terbangun dengan kepala yang terasa begitu pening. Berdenyut ngilu sekali. Bius yang mereka suntikkan sepertinya terlalu besar. Hingga mata terasa lengket dan buram saat ingin membuka. Kugosok ujung mata dengan jemari. Berharap pandangan kembali bening. Kukerjapkan mata beberapa kali melihat keadaan sekitar. Otakku berputar, apa yang sebelumnya terjadi? Ujung kepala ini terasa sakit, seperti habis tertimpa sesuatu. Seketika terlintas sebuah nama di pikiran. Doni. Ya, dialah orang yang terakhir kali bertemu denganku hingga akhirnya membuatku lagi-lagi harus bertemu dengan jarum suntik. Bagian lengan atas juga paha sampai penuh dengan memar kebiruan akibat terlalu banyak terkena jarum suntik. Semua rasa sakit ini terasa kebal. Tak lagi terlalu kupikirkan seperti saat awal masuk ke

