Bujuk Pikat

1067 Kata

“Apa maksudmu? Doa restu untuk apa?” Kukerutkan kening dengan memicingkan pandang padanya. Memasang wajah sok polos tak mengerti. Sebenarnya aku paham betul jika yang dimaksudnya adalah hubungannya dengan kakakku itu. Tetapi, aku pura-pura tak tahu saja agar ia mengungkap sendiri semuanya. Ia terkekeh, “Aku tahu kau bukan pria bodoh. Tak perlu dijelaskan pun kau pasti sudah paham betul apa yang sedang kupikirkan, bukan?” Ia melirikku dengan seringai aneh. Kutegakkan tubuh dan menyilangkan kedua tangan di atas meja. “Aku memang tidak bodoh. Tapi kau terlalu pandai menipu setiap manusia di sekitarku. Hingga dengan mudahnya mereka teracuni. Bahkan sampai bisa menjebloskanku ke sini. Ini bagian dari rencanamu, bukan?” Kubalas lirikan tajamnya dengan memicingkan pandangan lebih tajam. “K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN