Sejak kepulangannya dari rumah sakit beberapa hari lalu. Bagus menjadi seseorang dengan emosi yang tak terkontrol, gampang meledak-ledak. Terkadang sedih hingga membuatnya menangis jejeritan. Tak peduli lagi dengan bentuk tubuh kekar yang selama ini sangat dijaganya. Ia merasa hidupnya sudah benar-benar hancur setelah kejadian bersama Aldi di mobil beberapa hari lalu. Ia merasa kalah, tak mempunyai kuasa apa pun lagi. Apalagi kondisi fisiknya yang tak lagi utuh. Ia bagai kehilangan tujuan hidup dan cita-cita. Semua impian hidup bahagianya bersama Esti sudah pupus dan sirna sejak kehilangan kaki yang bakal membantunya mengiringi langkah Esti mengarungi bahtera rumah tangga. Belum lagi kegiatannya yang hanya bisa berbaring di atas kasur. Membuatnya terus mengamati media sosial dan berita-

