EMPAT PULUH LIMA

1711 Kata

Semua orang berkumpul di lorong itu, tepat di depan pintu kamar Aruna. Hari ini adalah hari kepindahannya, syukurlah Aruna bisa selamat dari kondisi kritis kemarin. Kabarnya pukul sebelas siang Ambulance akan membawanya pindah, Ibu Gyan juga ikut dipindahkan. Mereka berdua dalam keadaan tidak sadar. Hanya Keenan yang menoleh ketika seorang perawat mendorong sebuah box kotak kecil menuju ke arah mereka, yang lain tidak tampak peduli, karena hampir semua orang berpikir bahwa bayi Aruna tidak selamat. Namun semua terkejut ketika perawat itu berbelok tepat ke pintu di hadapan mereka, berhenti sejenak dan mendorong pintunya lalu masuk ke dalam kamar Aruna. “Kamu lihat itu tadi?” Madam–secara refleks bangun berdiri dan bertanya pada ibu Aruna—besannya. Dua wanita itu saling berpandangan untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN