" Galan..." panggil Zara dengan lirih setelah ciuman mereka terhenti. Galan menatap wajah cantik tersebut dan membelai wajahnya penuh kasih sayang. Kening mereka saling bersentuhan dan bisa merasakan deru nafas satu sama lain. " Kamu cantik sekali. Aku pasti udah gila karena melakukan ini semua." ucap Galan dengan satu tangan yang saling bertautan. " Aku nggak mau membuat kamu dalam kesulitan. Aku juga nggak bisa menjanjikan apapun sama kamu. Aku nggak mau kamu dalam bahaya." " Ssshhh... Aku tahu. Tapi aku bisa apa, Zara? Aku hanya ingin bisa ada di dekat kamu. Dan aku rasa aku nggak keberatan ada dalam masalah besar. Aku hanya mau tahu kalau kamu... Kamu juga menginginkan ini. Menginginkan aku." ucap Galan dengan sungguh- sungguh dan penuh ketulusan. Ia bahkan tidak tahu apa yang aka

