Seluruh syaraf sensitif Galan sebagai seorang pria yang normal tentu saja bereaksi akan sentuhan wanita cantik di pangkuannya tersebut. Kulit mulus dan wangi aroma tubuhnya tentu bisa menggoda siapa saja. Namun meskipun begitu, Galan dengan cepat tersadar jika ia tidak menginginkan wanita ini. Wanita yang sejak tadi bermain di dalam pikirannya dan membuatnya khawatir jauh lebih ia pentingkan saat ini. Galan lalu melepaskan rangkulan wanita tersebut dari lehernya dan menjauhkan wajahnya dengan sopan. Ia bahkan memberikan senyuman yang lembut lalu perlahan berdiri dan mengambil jubah mandi yang kini teronggok di lantai tersebut. " Saya sudah menerima apa yang pak Frans perintahkan. Tapi sayang, saya tidak cukup pantas untuk menyentuhnya. Kamu cantik, dan saya tidak mau menyakiti hati kamu.

