Zara hanya memandang lurus dan sesekali mencoba tersenyum ketika beberapa rekan Frans merangkul pundaknya sambil meneguk minuman yang berada di gelas mereka. Tawa, canda, obrolan politik serta sesekali candaan vulgar yang memancing dirinya tanpa sadar membuat mereka lupa waktu hingga menunjukkan pukul tiga dini hari. Zara sama sekali tidak peduli jika mereka akan keberatan atau tidak, namun seperti biasanya, ia hanya akan menghibur tamu- tamu sang suami jika tidak ada yang mencoba menyentuhnya lebih jauh. Namun salah satu rekan Frans yang berasal dari negeri Sakura tersebut, nampaknya tidak dapat menahan diri dengan mencoba mencium lehernya dengan paksa. " Maaf, tapi mungkin acara kita hanya bisa sampai disini karena saya hanya menghibur kalian. Permisi... Selamat malam." begitulah yang

