Zara membuka matanya dan tersadar jika ia sudah berada di tempat tidur kamar yang kemarin ia tempati. Zara mencoba mengingat kapan ia mulai tertidur dan bagaimana bisa ia bisa sampai ke ruangan tersebut. Dan tentu saja, hanya Galan yang paling memungkinkan untuk melakukan ini semua. “Mungkin aja dia kasihan.” ucap Zara yang tidak ingin memupuk perasaannya. Ia segera bangkit dari tidurnya dan ada sedikit kebahagiaan yang ia rasakan karena tidak perlu memeriksa ponselnya setiap bangun pagi. Ia juga tidak perlu dikejutkan dengan suara Frans yang akan datang tiba- tiba dan membuatnya melakukan hal- hal yang tidak masuk akal baginya. Dan akan beberapa hari di tempat ini sepertinya bukanlah hal yang buruk baginya. Dengan sedikit bersenandung, ia kemudian kembali menikmati mandi paginya dengan

