Mila menurunkan laju kendaraannya dan menepi karena mobil milik Frans yang dikendarai oleh suaminya tersebut terus membunyikan klakson dengan dalam dan sesekali mencoba mendahuluinya. " Diam, Tiana. Apapun yang mama katakan, kamu cukup diam saja. Oke, sayang." ucap Mila dengan mengusap air matanya dan langsung keluar dari mobil begitu Efraim, suaminya membuka pintu mobil dan menariknya. " Mau kemana kalian?" tanya Efraim tepat ketika Frans juga keluar dari mobil miliknya. " Itu... Tiana... Sedang sakit perut. Dia... Nggak tahan lagi jadi aku... Aku mau bawa dia ke rumah sakit." jawab Mila dengan gugup. " Oh ya, Mila? Kenapa kalian nggak kasih tahu aku? Kenapa tidak ada penjaga yang ikut sama kalian?" tanya Efraim lagi dengan tajam dan berusaha melawan emosinya. Efraim lalu menunduk da

