“ Lalu apa ini semua, Frans?” tanya Alan dengan kesal. “ Aku jadi nyesal kembali ke kamu lagi. Kita pisah karena kamu terlalu fokus memamerkan Zara ke semua orang. Dan sekarang, lagi- lagi karena dia! Kenapa kamu maksa aku untuk kembali sama kamu lagi? Kenapa kamu nggak sama teman kamu yang dulu aja? Untuk ngasih lihat kalau kamu bisa bikin istri kamu sampai hamil gitu?!” sambung Alan dengan kesal. “ Aku… Aku juga nggak tahu kenapa bisa begitu. Kamu tahu kalau aku nggak pernah berminat sama Zara. Kamu tahu kalau aku nggak bisa melupakan kamu. Dan soal kehamilan Zara, aku akan bicara sama dia dulu. Tapi kamu tolong percaya sama aku kalau aku nggak pernah menyentuh Zara. Aku akui aku pernah mencoba, tapi hanya kamu yang selalu terbayang di mata aku. Dan sejak itu aku hanya suka melihat Zar

