Prihatin

1469 Kata

Fiona mengerutkan keningnya ketika mendapati Zara memasuki kamarnya dengan setengah berlari. Ia bahkan tidak menyapanya sama sekali dan nampak terburu buru memasuki ruangan tersebut. “Ada apa, Nad?” tanya Nadya dengan heran ketika Nadya menyusul sambil membawa barang bawaannya bersama supir dan pengawal baru Zara. “Cuma capek aja mungkin. Nggak usah diganggu dulu. Kasihan…” jawab Nadya yang nampak sendu. Sepanjang perjalanan pulang mereka, ia dan Zara banyak menangis setelah beberapa saat bercerita di dalam ruang ganti tadi. Ia sangat paham perasaan Zara saat ini. “Nad… Emangnya kalian habis tampil dimana sih jam segini? Bukannya Zara bilang nggak mau tampil malam hari lagi?” tanya Fiona lagi dengan penasaran karena jam sudah menunjukkan pukul 02.30 dini hari. “Anak teman pak Frans.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN