POV Galan Terbangun di samping wanita yang dicintai dan masih sambil memeluk dirinya, tentu adalah impian hampir semua pria di dunia ini. Termasuk diriku. Perasaan yang kukira tidak akan pernah akan aku rasakan lagi selamanya. Namun ternyata aku salah, dia kembali lagi ke dalam pelukanku dan perasaan kami masih sama. Sungguh, aku sangat mencintainya. Untuk semua kesalahan ataupun apapun kekurangannya. Namun tidak, aku rasa di mataku ia tidak memiliki kekurangan apapun lagi. Ia sempurna untukku. Dan akan aku lakukan apapun untuk memilikinya secara utuh. Aku mengecup pundaknya dan itu sedikit membuatnya sedikit terganggu. Aku tersenyum kecil mengingat bagaimana kami menghabiskan malam untuk melepaskan kerinduan kami satu sama lain. Seolah tidak ada hari esok untuk kembali melakukannya lag

