“Pagi, sayang?” sapa Galan sambil memeluk pinggang sang kekasih yang sedang menata meja makan untuknya. Mengecup puncak kepalanya yang beraroma lavender lalu memeluknya erat dari belakang. “Kelihatan enak.” Zara hanya tersenyum karena tentu saja bukan ia yang memasaknya. Ia hanya menata meja makan dan memberikan sedikit sentuhan terakhir pada quiche isian daging dan omelette yang disiapkan untuk mereka berdua. “Lain kali aku masak buat kamu ya… Aku boleh kan masuk ke dapur kalian?” tanya Zara. “Boleh. Tapi… Kamu nggak perlu masak dulu, sayang. Aku mau kamu disini buat temanin aku. Bukan buat melayani aku. Nanti, kita ke apartemen ya jadi kamu bisa lebih leluasa kalau mau ngapa- ngapain.” jawab Galan sambil meraih tangan sang kekasih untuk ia lingkarkan ke pingganganya dan mengambil a

