“Apa itu, sayang?” tanya Galan lagi dan mulai nampak penasaran. “Galan… Sebenarnya… Aku… Aku pernah hamil dan harus di operasi.” Galan tertunduk. Ia sudah bisa menebak hal ini. “Karena itu kamu punya bekas jahitan di bagian bawah perut kamu?” ucapnya sambil memijat kedua ujung keningnya dengan jemari. Ia tidak suka membicarakan hal seperti ini namun ia menghargai sikap Zara saat ini. “Iya… Itu… Jahitan bekas sectio. Usia kehamilan aku… Sekitar 2 atau 3 bulan.” “Lalu kenapa Frans bisa sampai—“ “Bukan anak Frans… Tapi… Anak… Anak kita. Anak kamu.” ucap Zara dengan terbata. Antara takut dan sedih ia harus menyampaikan ini pada Galan. Galan mengangkat wajahnya dengan mimik wajah terkejut bukan main. Ia kemudian merapatkan kembali duduknya agar berhadapan dengan Zara untuk memastikan ba

