“Galan… Dimana kamu?” panggil Zara yang baru saja membuka pintu kamarnya. “Galan…” panggilnya lagi sambil mengetuk pintu kamar pria yang tidak ia lihat lagi keberadaannya sejak tadi. Terakhir ia menemui pria tersebut adalah saat ia berangkat kerja pagi tadi dan hingga kini Galan tidak menghubunginya sama sekali. “Apa dia belum pulang ya? Apa mungkin lembur? Tapi dia tadi bilangnya akan pulang cepat. Tapi tadi perasaan aku dengar suaranya manggil aku.” ujar Zara pada dirinya sendiri. “Galan…” panggilnya lagi karena seingatnya tadi ia mendengar Nada mengatakan akan meletakkan beberapa berkas di meja depan ruang kerjanya. Hal itu berarti Galan akan bekerja dari rumah seperti yang pernah ia lakukan beberapa hari lalu. Rasa penasaran kemudian membuat Zara menoleh ke anak tangga menuju lanta

