Galan kemudian menurunkan Zara dengan perlahan ketika mereka telah sampai di depan kamar tidurnya. Namun kini suasana diantara mereka terasa berbeda. Zara hanya menunduk dan tidak lagi mengucapkan sepatah kata apapun. “Ng… Aku… Aku ambil kotak obat dulu. Luka kamu harus dibersihkan biar nggak infeksi. Kamu… Ganti baju dulu.” ucap Galan dengan kikuk. “Hmm…” gumam Zara yang langsung memutar tubuhnya dan membuka pintu kamar. Galan yang merasa bersalah kemudian berjalan dengan cepat menuju lantai bawah untuk mencari kotak obat dan peralatan yang ia butuhkan untuk mengobati luka Zara. Beberapa menit selanjutnya, Galan kembali memasuki kamar milik Zara dan mendapati wanita tersebut telah mengganti pakaiannya dengan rok pendek berenda berwarna putih dan baju kaos ketat berwarna senada. “Aku

