Zara mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat ia muncul ke permukaan kolam renang tersebut. Hangatnya air dan segarnya udara di sekitarnya membuat ia rela menghabiskan banyak waktu disini. Sebelumnya ia selalu merasa takut akan kolam renang dan laut karena itu bisa membuatnya trauma dan ketakutan luar biasa. Namun, sewaktu ia bersama Galan, ia merasa lebih aman serta bisa mengatasi beberapa traumanya. Dan kini, perlahan ia mulai berani untuk kembali berenang. “Galan sangat beruntung bisa punya rumah seperti ini. Andai aku juga punya banyak uang, aku pasti akan buat rumah seperti ini. Tenang, damai, nyaman, dan jauh dari orang- orang. Tapi… Sampai kapan aku harus disini?” ucap Zara sambil menatap dinding kaca rumah milik Galan. “Lagian, untuk apa juga aku disini nggak ngapa-

