Terlalu baik

1098 Kata

Khiya terbangun dari tidurnya, tidak dia sangka dia tidur cukup lama. Hari sudah menunjukkan pukul sebelas siang, yang artinya Khiya sudah tidur tiga jam lamanya. Mungkin ini efek dia semalaman, sampai terdengar azan subuh berkumandang. Huft.... Khiya merubah posisinya, menjadi duduk. Matanya tertuju pada deting jarum jam yang terus bergerak. Sekilas Khiya terlihat seperti melamun, tapi nyatanya dia sedang memikirkan banyak hal yang random yang membuat dia kadang tersenyum sendu, dan terkadang ingin menangis lagi. “Ya Rabb, jika mungkin buatlah hamba lupa semua ini...”lirihnya pelan. Tok... Tok... Suara ketukan di pintu kamar Khiya. Khiya tidak ingat kapan dia mengunci pintu kamarnya. Khiya segera menghapus kasar air matanya, menarik nafas panjang agar tanggisnya segera pergi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN