“Bu, Khiya mana? “ tanya Farel, setelah tidak mendapati Khiya di mana-mana. “Belum pulang ya?” Nurul menghentikan pergerakan tangannya yang sendari tadi sibuk menyiapkan sarapan pagi. “Emang dia pergi ke mana? “tanya Farel lagi. “Dia tadi bilang, kalo dia pengin banget makan bubur ayam. Terus ibu cerita, kali di depan sana ada yang jual bubur ayam enak banget. Khiya pengin beli, terus dia juga sekalian mau makan di sana juga, katanya.” “Tumben dia sarapan di luar,” gumam Farel. “Jadi dia gak ikut sarapan, Bu? “ “Gak.” “Kenapa tadi perginya gak sama Farel aja? Tunggu Farel pulang dari salat subuh.” “Iya ibu tadi saranin gitu, sekalian tunggu kamu. Tapi Khiya bilang, dia pengin ke sana sendiri.” Farel diam, tapi batinnya masih mempertanyakan kenapa Khiya ingin pergi sendirian?

