“Bu, kayaknya mau hujan deh, langitnya udah gelap banget, takutnya nanti tiba-tiba hujan.” “Hem, iya, juga ya... ya udah kita gelar tikarnya di teras aja. Biar masih berasa di luar plus aman dari hujan mendadak.” “Setuju, Bu.” Keduanya lalu sibuk mengangkuti panci, kompor mini dan segala hiruk pikuk per-mukbangan. “Bu, ayah sama Farel gak di ajak? “ “Gak usahlah. Ini kualiti time-nya ibu mertua dan menantu. Lagian si ayah Farel, mana mau meninggalkan singgah sananya.” Khiya mengangguk kecil. “Bu, Khiya mau ambil selimut ah... Biar gak dingin banget.” “Ide bagus...” “Oh iya, ibu mau sekalian Khiya bawain jaket gak?” “Ah, gak usah, ibu suka cuaca dingin. Kamu aja bawa selimut.” “Ya udah, kalo gitu Khiya ke kamar dulu ya, Bu. Tadi pagi Khiya bawa selimut kecil.” “Iya. Ibu mau

