“Om, aku mau pulang. Aku gak mau terpenjara di tempat ini! Aku mau pulang !” “Gladis, ayah kamu pinta sama om buat menjaga kamu selama setahun di sini.” “Gak mau om! Aku gak betah di sini! Bisa-bisa aku mati muda di sini.” “Gladis ucapan itu adalah doa. Jangan asal ucap.” “Makanya om, biarin aku pulang dari sini. Om bisa bantu aku, buat cari villa di sekitar sini. Jadi papa gak tahu kalo aku gak ada di pondok ini.” Yusuf menggeleng pelan. Ponakannya ini memang sangat sulit di atur. Andai saja kakaknya tidak meninggal saat melahirkan Gladis, mungkin Gladis akan tumbuh menjadi gadis yang sederhana dibawa asuhan ibunya. Sayangnya, semua itu luput dari Gladis. Sendiri kecil, ayahnya sibuk dengan bisnisnya dan Gladis tumbuh menjadi gadis egois dan jauh dari nilai agama. Bahkan alasan k

