*** Diarra masih terbaring lemas dirumah sakit, kondisinya makin memburuk, tak ada sesuap nasipun masuk kedalam mulutnya , bahkan makanan pagi ini hanya dia letakkan tanpa menyentuhnya, mamanya Laras keluar membelikan makanan kesukaan Diarra, berharap Diarra mau menyantap makanan. Diarra hanya memikirkan Rehan, bagaimana keadaan Rehan sekarang? Apa Rehan baik-baik saja? Dia tak bernafsu makan, bagaimana ia bisa menikmati makan jika suaminya tak tau ada dimana apakah sudah makan? Diarra berniat melaporkan polisi jika besok Rehan belum kembali, bagi Diarra hal ini susah dijelaskan kepada polisi karena satu-satunya bukti yang ia miliki hanyalah handphone Rehan, tiba-tiba pikirannya melayang pada wajah Amar, ia berniat menghubungi Amar sahabat Rehan, mungkin Amar tau keberadaan Rehan, pikir D

