Sinar matahari memasuki kamar Diarra, dia menggeliatkan tubuhnya yanh terasa lebih segar dari kemarin-kemarin, walau masih belum ada Rehan disampingnya, namun dia bertekad untuk lebih kuat agar bisa mencari kepergian Rehan. Alarm handphonenya berbunyi, dia merindukan saat-saat seperti ini, biasanya Rehan yang membangunkannya dengan kasar, namun kini bukan suara Rehanp hanya handphone miliknya. Diarra segera bersiap kekantor, menemui klien pentingnya yang kemarin tertunda. Dia memang belum pernah memimpin rapat, tapi setidaknya dia pernah melihar gaya tubuh dan bahasa Rehan saat memimpin rapat dan bernegosiasi dengan klien. "Tiffani, tolong persiapkan ruang rapat untuk saya" ucap Diarra meminta bantuan Tiffani, lalu masuk kedalam ruangan Rehan, ada yang berbeda dari ruangannya, tatanan ber

