Diarra menghirup bau khas, dia sangat hafal ini pasti bau rumah sakit, dia membuka matanya, mamanya Laras duduk disampingnya sembari memperhatikan handphonenya “Ma..” panggil Diarra pelan, tubuhnya sangat lemas sekarang “Sayang? Kamu sudah bangun?” ucap mamanya tersenyum menatap putrinya, Diarra mengangguk lemas. Mamanya mengambilkan semangkuk bubur jatah makan siang dari rumah sakit, menyendokkannya kemulut Diarra, namun Diarra menggeleng pelan “Mama tau kamu dari kecil, kalau sudah begini makanan apapun pasti gak akan masuk kemulut kamu, mama tau kamu gak sedang ingin makan, mama tau Diarra kamu pasti memikirkan Rehan, tapi ingat, diperut kamu ada calon cucu mama, calon anak kamu nak, setidaknya makan agar kandungan kamu sehat, ayo nak makan sayang” Laras menyuapkan sesendok bubur dan

