Bab 16

1032 Kata
Akhirnya di bulan maret Tahun 2022 ini, tabungan Diarra sudah cukup untuk pergi ke Jakarta naik pesawat, tujuannya tidak hanya untuk bertemu dengan re, tetapi dia juga ingin mengunjungi ayahnya yang bekerja di kementerian keuangan kantor pusat Jakarta. Ayah Diarra Sugiono bekerja sebagai kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat. Semenjak itu dia merindukan ayahnya karena jarang sekali bertemu dengan ayahnya. Diarra akhirnya memberanikan diri untuk naik pesawat sendiri meski ibunya berulang kali mencegah diare untuk pergi Tapi Diarra ingin pergi. Alasan Diarra bertemu dengan ayahnya, tetapi kenyataannya Diarra sebenarnya ingin bertemu dengan Rey. Karena gemas Rey lama sekali tidak pernah menjawab chatnya dan juga lebih cuek daripada biasanya. Entah kenapa Diarra ingin menemui langsung Rey, ingin melihat wajah Rey. Kalau hanya mendengar dari suara dan video call rasanya kurang Diarra tahu Rey 2 tahun lebih muda darinya tetapi meski begitu Diarra yakin nantinya pasti bisa menjadi suami yang baik baginya. Diam-diam saat Diarra pergi Rehan mengikuti Diarra, Rehan hanya ingin menjaga Diarra. Karena mereka berdua pergi Leon menjadi kesulitan melakukan coloring dan drawing sendirian, padahal sebenarnya ada Project yang harus diselesaikan walau deadline-nya masih lama. Leon adalah tipe pekerja yang perfeksionis, dia tidak bisa membiarkan pekerjaan terbengkalai walau datanya masih lama. Disaat seperti ini dia membutuhkan freelancer untuk bisa coloring dan membuat setting dia akhirnya mencari karyawan baru untuk kantornya dia lebih suka Jika setiap Project yang dia buat cepat selesai komik yang dia buat beratus-ratus Papa harus cepat selesai agar bisa membuat judul baru. Leon wajar kepada 2 karyawannya Adiknya sendiri dan Rehan, mereka juga butuh liburan butuh situasi yang baru, maka dari itu Leon membiarkan diarra Dan Rehan untuk berlibur selama seminggu . Setelah itu Leon mau mereka bekerja keras lagi. Baru saja Leon memposting lowongan pekerjaan, tidak lama sudah ada 15 orang yang apply pada pekerjaan itu . rawan sangat senang karena banyak orang yang antusias berminat menjadi coloring dan drawing di kantor dia. Whisky ini adalah kantor startup, tetapi Leon yakin jika kantornya ini bisa berkembang pesat apalagi karya-karya yang dihasilkan sangat disukai oleh pembaca . Leon lalu berjalan menuju ruang bawah, Dia meminta semua orang orang yang melamar pada kantornya untuk dikumpulkan di lobi bawah. Sedangkan satu persatu mereka dipanggil untuk keatas untuk wawancara menghadap Leon . saat Leon ke bawah Dia terkejut saat yang melamar 15 orang itu semuanya adalah perempuan . Bukannya dia tidak tidak menspesifikasikan gender tapi Pi perempuan itu lebih lebih banyak bekerja menggunakan mood sedangkan laki-laki lebih banyak bekerja dengan logikanya. Sebenarnya lawan tidak mau jika karyawannya perempuan, tetapi bagaimana lagi tanda tanya yang melamar semuanya perempuan. Dari 15 pelamar hanya 1 yang bisa memikat Leon, perempuan tomboy yang tegas dan bertanggungjawab.  Gadis itu adalah Farah perempuan berusia 22 tahun yang juga seorang grafik designer sama seperti Diarra. Gadis itu sosok yang pendiam, tegas dan nampaknya juga pemberani, di setiap ukiran kuasnya tetapi halus dan lembut. “Farah, terima kasih sudah melamar di perusahaan ini, yah ini memang kantor awal saya, masih baru, kita di sini adalah tim, saya harap kamu bisa memahami betul bagaimana bisnis ini berjalan. Kita satu tim untuk pengerjaan project, saya adalah CEO sekaligus pemilik ide karya ini, maka untuk gajinya ditetapkan bagi hasil.” Farah mengangguk mengerti, sebelumnya dia juga sudah pernah berkecimpung di dunia webtoon, sayangnya dia malas jika mengerjakan sendirian, dia lebih suka bekerja secara tim. “Baik Pak Leon, terima kasih, kapan saya mulai bekerja pak?” tanya Farah setelah menadatangani kontrak kerjanya yang hanya 3 bulan. “Hari ini langsung, bisa? Jujur saya suka style coloring sama shading kamu, sesuai dengan style saya,” ucap Leon. “Wah baik Pak, siap.” Farah lalu menempati kursi yang kosong, pekerjaan yang dilakukan Leon memang sangat simple, hanya duduk dan menggambar komik. Tetapi bukan hanya itu. Menciptakan karya adalah napas Leon sejak kecil. Dia dan adiknya tidak ada yang mengikuti jejak langkah ayahnya sebagai PNS. Keduanya berbakat di bidang seni. Leon pun sangat senang melakukan pekerjaannya yang sekarang, dia menyukai sepenuh hatinya. “Bagus kalau begitu, lalu jangan lupa untuk tetap minum air putih yang banyak, karena pekerjaan kita hanya duduk ya Far, saya gamau sampai karyawan saya terlalu forsir tenaga sampai sakit,” ucap Leon. Farah mengangguk dan berterima kasih, dia lalu melanjutkan pekerjaannya. Dia mengambil sarung tangan miliknya dan mulai melakukan pekerjaannya. Tidak sulit bagi Farah karena ini sama persis seperti yang dia lakukan dulu. “Kenapa kamu tidak menyelesaikan proyek kamu dulu?” tanya Leon. “Ah tidak bisa Pak, karena saya kewalahan dengan tuntutan per episode, selain itu saya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penulis,” ucap Farah. “Benarkah begitu? Wah kalau begitu kamu juga berbakat ya, sayang potensinya tidak diteruskan. Nanti kita bisa bantu kamu juga, dengan akun kamu, bagaimana?” tanya Leon. “Wah boleh begitu Pak?” tanya Farah. “Tentu saja boleh,” ucap Leon tesenyum. Farah sangat senang bekerja di sini, bertemu dengan orang yang sesuai dengan passionnya, adalah hal yang paling berharga dalam hidup Farah. Dia sangat senang bisa bertemu dengan Leon di sini. Apalagi style gambaran mereka sama. “Farah single?” Kalimat itu seketika meluncur begitu saja dari bibir Leon yang membuat Farah melongo seketika. “Eh? E ... iya single sih pak, tapi memang saya enggak suka laki-laki,” ucap Farah. “Hah? Maksudnya kamu suka perempuan?” tanya Leon. Farah seketika tertawa mendengar ucapan Leon. “Bukan Pak, bukan begitu, maksudnya ya saya normal suka laki-laki, cuman saat ini memang tidak ada laki-laki yang saya sukai.” “Oh..” Leon hanya mengangguk angguk kecil lalu melanjutkan gambarannya. Sesekali Leon melirik Farah, entah kenapa dia menyukai style rambut Farah yang di ekor kuda dengan jaket kulitnya, dia terlihat sangat keren tapi manis, Leon sepertinya mulai kagum dengan Farah dan menyukainya. “Cantik,” gumam Leon yang sebenarnya bisa didengar Farah. Sejujurnya Farah bukan tidak menyukai laki-laki, tetapi dia memang tidak mau membiarkan dirinya jatuh hati pada laki-laki karena dia cukup sekali saja mengalami patah hati. Farah sudah tidak mau membiarkan dirinya jatuh cinta lagi tanpa ada kepastian. Farah lelah karena dia berulang kali patah dan jatuh hati sampai hatinya terasa mati rasa. Selama ini ada banyak lelaki yang mendekatinya, namun sebelum mereka serius, Farah memilih menjauhi mereka sebelum terlambat.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN