Bab 23

4501 Kata
BAB 1 Sedangkan di sisi lain, kakak Rehan yang baru saja menikah juga sedang mengalami kesulitan dengan istinya. Alvaro—kakak Rehan mengurus usaha ayahnya yang di Swiss, tetapi dia sedang bingung bagaimana menyenangkan istrinya Zanna, karena istrinya pun harus ikut ke Swiss tapi Zanna masih harus juga kuliah. Zanna menatap sendu ke arah jendela pesawat yang tepat berada di samping nya, ia teringat akan orang tua nya yang telah tiada. "Andai, papa dan mama di sini, aku harap mama dan papa tidak kecewa dengan keputusan aku yang menikahi mas Alvaro" Batin Zanna sembari menatap jendela pesawat tersbeut. Alvaro yang sadar akan raut wajah Zanna yang sendu dan terlihat sedih menatap Zanna pun dengan sontak memegang bahu Zanna sembari mengelus nya halus. "Kenapa? kamu kenapa sedih?" Tanya Alvaro sembari memegang bahu Zanna dengan lembut. Sadar dengab panggilan Alvaro, Zanna pun memalingkan wajah nya sembari terkejut. "A-ah tidak apa- apa kok, aku cuma..teringat papa dan mama aja" Ucap Zanna sembari menatap Alvaro dan sesekali menatap jendela. Mendengar itu Alvaro pun langsung menyandarkan kepala Zanna ke arah d**a bidang nya itu sembari mengelus kepala Zanna. "Zann, lupakan saja hal- hal yang membuat kamu sedih papa dan mama kamu pasti senang atas kerja keras kamu teruslah menatap ke depan jangan menatap ke belakang yang hanya terdapat hal hal sedih saja, ok?" Ucap Alvaro sembari menatap Zanna dengan tenang, Zanna yang mendengar itupun meneteskan air matanya sembari tersenyum ikhlas. "Iya mas, terimakasih ya" Ucap Zanna sembari memegang tangan Alvaro, Alvaro yang mendengar itupun tersenyum sembari menghembuskan nafas nya lega. "Kamu mau kopi? atau teh?" Tanya Alvaro sembari menatap pramugari yang tengah berjalan ke arah mereka. "Aku mau teh saja mas" Jawab Zanna sembari tersenyum hangat ke arah Alvaro. "Uhm ok, dessert?" Tanya Alvaro lagi. "Tidak usah mas, terimakasih" Ucap Zanna sembari menatap Alvaro dengan senyum dan sesekali menatap pramugari tersebut. "iya sama- sama, oke kalau gitu" Pramugari tersebut pun menaruh secangkir teh hangat milik Zanna dan juga Kopi espresso milik Alvaro tepat di atas meja, Zanna mengucapkan terimakasih kepada pramugari tersebut dan pramugari tersebut berlalu meninggalkan mereka berdua yang tengah menikmati minuman mereka. Alvaro menatap Zanna yang tengah melamun sembari menyeruput teh nya. "Zanna, kamu yakin kamu baik- baik saja?" Tanya Alvaro sembari menatap Zanna. "Iya mas, aku baik -baik saja kok" mendengar jawaban Zanna Alvaro pun hanya menatap nya heran dan terdiam. 6 jam perjalanan dari keberangkatan Alvaro dan Zanna mereka berdua menghabiskan waktu dengan seorang diri Alvaro menghabiskan waktu nya menatap monitor laptop yang dimana ia sedang mengawas dan juga berkerja untuk menjalankan pekerjaan yang telah di berikan ayah Alvaro berbeda dengan Zanna , Zanna menghabiskan waktu nya dengan pikiran yang terbebani ia berpikir akan seperti apa kedepan nya akankah ia akan mencintai Alvaro dengan pernikahan ini? ia juga tidak tau. "Aku hanya perlu menghadapi apa yang akan terjadi, aku harap keputusan ku benar" Batin Zanna khawatir dengan keadaan nya sendiri dan sesekali menatap ke arah jendela pesawat sembari mendengar kan musik favorit nya yang tengah terputar pada headset yang ia kenakan. "Dear passengers, now the plane has landed at the Swiss airport, please get ready for the plane to land properly, goodnight and thank you" Suara pemberitahuan landasan dari pilot pesawat tersebut membangunkan Zanna yang tengah tertidur, Alvaro menutup Laptop yang tengah ia gunakan dan berlalu berjalan ke arah Zanna. Zanna merenggang kan badan nya yang tertidur pulas dan berlalu menatap jendela pesawat yang tergambat hari mulai malam. "Zanna, kamu sudah bangun rupa nya ayo kita bergegas" Ucap Alvaro sembari menatap Zanna , Zanna mengangguk sebagai tanda ikut dengan ajakan Alvaro. Zanna dengan bergegas merapikan diri nya dan berlalu berjalan ke arah Alvaro dan merangkul lengan Alvaro, Alvaro dan Zanna pun turun bersama menuruni tangga pesawat bersama sama. Zanna terpukau akan keindahan dan juga suasana di malam hari itu saat ia menuruni tangga angin dingin menyepoi nyepoi rambut Zanna , Zanna merasa seperti sangat terhormati karena perlakuan Alvaro. "Mas Alvaro, kita sudah sampai di swiss?" Tanya Zanna membuat Alvaro terkekeh kecil akan pertanyaan nya. "Haha, iya kita sudah sampai di swiss nikmatilah setiap inci di kota ini" Ucapan Alvaro membuat Zanna merasa terpukau dan malu. "Zan, Kamu masih simpan kartu atm yang aku kasih?" Tanya Alvaro sembari menatap Zanna dan juga merangkul nya. "Iya mas Alvaro, aku masih simpan kartu atm yang mas kasih ke aku isinya belum habis nilai uang nya banyak banget!" Jelas Zanna membuat Alvaro tersenyum halus dan berlalu memegang bahu Zanna. "Zanna, kartu atm itu gunakanlah sesuka hati mu bahkan sampai isi nya habis pun tak apa" Ucap Alvaro sontak membuat Zanna kager dan berlalu melepas rangkulan Alvaro melihat itu Alvaro pun langsung tersenyum kecil sembari menatap Zanna heran. "Zan, ada apa?" Tanya Alvaro heran. "M-mas, uang yang ada dalam atm itu banyak sekali! tidak mungkin aku akan ngehabisin uang nya!" Jelas Zanna sembari menatap Alvaro dengan kaget, Alvaro yang mendengar ucapan Zanna pun hanya menghembuskan nafas nya kasar. "Hm, ya sudah ayo kita masuk ke mobil" Ucap Alvaro sembari berjalan ke arah mobil yang akan membawa mereka ke tempat istirahat penumpang namun VIP dan di ikuti oleh Zanna dari belakang. Kini Zanna dan Alvaro tengah duduk dengan tenang di dalam mobil yang akan membawa mereka dari lapangan landasan pesawat tersebut. "Mas Alvaro, sehabis ini kita mau kemana?" Tanya Zanna sembari menatap Alvaro. "Kita langsung ke hotel saja, kamu istirahat dulu aku ada urusan soal nya" Ucap Alvaro sembari menatap Zanna dan sesekali menatap ke depan. "Hum, aku sendiri saja nanti? aku belum terbiasa sama orang luar mas" Ucap Zanna membuat Alvaro tertawa kecil. "Haha, bilang saja kalau kamu mau di temani sama aku" Ucap Alvaro membuat pipi Zanna memerah Zanna berlalu memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil menahan rasa gugup nya. "T-tidak seperti itu, cuma saja.." "Aku minta maaf ya zann, tidak bisa temenin kamu dulu soal nya lagi sibuk kalau udah selesai tenang aja aku balik lagi ke hotel terus kita jalan- jalan sebentar" Ucap Alvaro mencairkan suasana, Zanna yang mendengar omongan Alvaro pun hanya terperanga dan mengiyakan ajakan Alvaro. "Sesibuk itukah? aku sangat kasihan sama Mas Alvaro, dia udah lakuin yang terbaik" Batin Zanna sembari tersenyum halus kepada Alvaro yang tengah menatap ke depan. Sesampai nya di tempat istirahat, Pengawal Alvaro membuka kan pintu mobil untuk mempersilahkan Alvaro dan Zanna untuk turun menurut Zanna suasana sangat asing hanya karena ia belum terbiasa dengan hal seperti ini. "Aku pasti bisa" Batin Zanna yakin dengan hal ke depan nya yang akan terjadi. BAB 2 Zanna berlalu duduk pada kursi yang terdapat di ruangan itu dengan segenggam kopi yang tengah ia seruput sembari memandang ke arah pemandangan yang memperlihatkan nuansa yang sangat mewah dan juga pemandangan dengan dinding full kaca yang memperlihatkan pandangan indah di balik bandara swiss tersebut. "Zanna, apa kamu lelah?" Tanya Alvaro yang mendatangi Zanna yang tengah menikmati waktu nya, Zanna yang sadar akan panggilan Alvaro pun dengan sontak membalikan kepala nya menghadap Alvaro sembari tersenyum. "Tidak mas, aku tidak lelah kok" Jawaban Zanna membuat Alvaro tersenyum halus , Alvaro berlalu berjalan ke arah Zanna dan duduk tepat di samping Zanna yang tengah duduk. Zanna merasa gugup dan takjub karena perlakuan Alvaro kepada nya sementara Alvaro hanya menikwati waktu nya bersama Zanna agar nuansa dari mereka berdua tidak terlalu canggung. "Zann, aku harap kamu merasa baik- baik saja soal nya sedari tadi kamu cuma diam saja tidak terlalu banyak berbicara jika ada hal sesuatu yang mengganggu pikiran mu katakan lah pada ku, aku harap bisa membantu" Jelas Alvaro membuat Zanna menjadi canggung dan berlalu menelan ludah nya dengan kasar. "Mas Alvaro, jujur aku tidak apa- apa tidak ada masalah sama sekali dengan diri ku maaf jika membuat mas berpikir akan hal percuma ini" Jelas Zanna sembari tersenyum halus namun gugup kepada Alvaro. "Kau yakin?" Tanya Alvaro. "Iya mas" Jawab Zanna singkat. Alvaro berlalu berjalan ke arah meja dan mengambil tas laptop nya dan berlalu menggengam tangan Zanna sembari menarik tangan Zanna. "Ya sudah, ayo kita pergi" Ucap Alvaro sembari sedikit menarik tangan Zanna yang tengah terperangah. "Huh? cepat sekali" Jawab Zanna sembari bangun perlahan dari kursi yang tengah ia duduki. "Ini sudah keburu malam, kita harus balik ke hotel hari semakin dingin" Ucap Alvaro menyadarkan Zanna. "Oh iya, musim dingin akan datang di kota swiss" Batin Zanna sembari menatap ke arah jendela yang terdapat di ruangan itu. "Baiklah" Jawab Zanna singkat, Alvaro dan Zanna berlalu berjalan ke depan bandara sembari di kawali dengan 2 pengawal Alvaro menuju depan bandara yang di mana terdapat mobil mewah yang tengah menunggu mereka yang akan di kendarai menuju hotel yang akan di tempati Zanna dan Alvaro. Zanna dan Alvaro mulai duduk di dalam mobil tersebut, dengan sigap mobil tersebut dengan cepat berkendara ke hotel tujuan mereka. "Sesampai di sana, kamu istirahat saja dulu aku ada urusan" Ucap Alvaro sembari menghadap ke depan dan menyadarkan Zanna yang tengah melihat keindahan swiss pada malam hari. "Mau kemana mas?" Tanya Zanna sembari menatap Alvaro penasaran. "Aku mau pergi ke perusahaan ayah sebentar saja, sehabis itu aku bakal balik lagi ke hotel" Ucap Alvaro sembari menatap Zanna dan sesekali menatap ke arah depan. "Sendiri? tapi bagaimana? aku tidak bisa di tinggal sendiri di hotel kota luar negeri seperti ini" Batin Zanna khawatir melihat raut wajah Zanna yang tampak takut Alvaro dengan sontak tertawa kecil dan menyandarkan kepala Zanna pada d**a bidang nya sembari mengelus pelan lengan Zanna guna menangkan Zanna, sadar akan perlakuan Alvaro Zanna pun merasa gugup pipi nya memerah karena malu. "Haha, zann ... tenang saja aku bakal temani kamu ke kamar kita tidak mungkin aku meninggalkan kamu sendirian di depan hotel itu" Ucap Alvaro dengan halus dan tenang. "Tunggu ... KITA?" Batin Zanna kaget dengan pipi nya yang memerah. "I-iya mas" Jawab Zanna singkat dengan gugup, Alvaro hanya memandang Zanna dengan halus sembari tersenyum lembut. Selama perjalanan, Alvaro menyenderkan kepala Zanna pada d**a nya sampai Zanna hampir tertidur namun dengan sekuat tenaga Zanna mencoba agar tak tertidur dalam dekapan Alvaro. Akhirnya mobil yang membawa Zanna dan Alvaro telah sampai pada tujuan mereka tepat di depan hotel tersebut , pengawal Alvaro mulai membuka kan pintu agar Alvaro dan Zanna dapat keluar dari mobil tersebut. "Zanna.." Saat Zanna hendak menurunkan kaki nya dari mobil yang ia dan Alvaro tumpangi itu, Alvaro memanggil Zanna untuk memberikan Zanna sebuah Syal berwarna cream yang ia pakai karena suhu yang sangat dingin itu sehingga pijakan kaki Zanna terhentikan karena panggilan Alvaro. "Ada apa mas?" Tanya Zanna heran. Alvaro berlalu beranjak dari kursi mobil tersebut untuk berjalan ke arah pintu Zanna, Zanna yang melihat Alvaro menuju ke arah nya pun langsung ikut keluar dari mobil tersebut. "Pakai ini" Ucap Alvaro sembari memasangkan syal cream milik nya pada leher Zanna, Sontak hati Zanna berdegup kencang karena gugup tidak lupa dengan rona merah pada pipi nya karena malu. "Sudah sangat dingin sekarang, ayo ku antarkan ke kamar untuk menghangatkan diri mu" Zanna yang mendengar ucapan Alvaro hanya tertegun dengan perhatian dan juga kebaikan Alvaro kepada nya sampai- sampai ia tidak dapat menjawab ucapan Alvaro. Melihat Zanna hanya terdiam saja, Alvaro melambaikan tangan nya tepat di depan wajah Zanna guna menyadarkan Zanna. "Hello.., Zann" Ucap Alvaro sembari melambaikan tangan nya kepada Zanna yang tengah tertegun. "E-eh, iya mas terimakasih" Jawab Zanna dengan gugup, melihat respon Zanna Alvaro hanya tersenyum dan mengganguk Alvaro merangkul tangan Zanna dan berlalu berjalan bersama Zanna menuju kamar hotel VIP yang akan mereka tempati yang telah di siapkan oleh Arnold. Kini Zanna dan Alvaro telah sampai pada kamar mereka Zanna tertegun kagum karena keindahan dan juga kemewahan kamar tersebut yang di penuhi perabotan mahal dan juga nuansa yang sangat indah tidak lupa pemandangan yang memperlihatkan keindahan swiss pada malam hari. "Wah, Mas ini indah sekali dan sangat mewah" Ucap Zanna memuji karena keindahan kamar tersebut. "Tentu saja, Oh ya Zanna" Ucap Alvaro sembari memegang kedua bahu Zanna. "Iya mas?" Tanya Zanna penasaran. "Kamu istirahat saja sekarang, aku harus pergi sebentar aku balik lagi" Jelas Alvaro sembari menatap Zanna. "Oh ... iya mas hati- hati di jalan, jangan lupa untuk beristirahat sejenak apabila mas sampai di sana" Ucapan Zanna membuat Alvaro tersenyum halus. "Baiklah, aku pergi dulu sampai jumpa" Ucap Alvaro dan berlalu berjalan ke arah pintu keluar dari kamsr itu. "Mas! tunggu!" Belum sempat Alvaro keluar dari kamar itu Zanna memasangkan syal yang di berikan oleh Alvaro sebelum nya yang ia pasangkan pada h leher Zanna. "Terimakasih" Ucap Alvaro halus sembari tersenyum dan di balas anggukan dan juga senyuman dari Zanna, Alvaro pun berlalu meninggalkan Zanna sendirian di dalam kamar itu. "Sekarang apa?" Ucap Zanna sembari menatap sekitar kamar. BAB 3 "Oh, aku akan menelepon Clara" Ucap Zanna sembari bejalan ke arah meja yang dimana terdapat handphone milik nya ia terkejut karena melihat 10 panggilan tak terjawab dari Clara namun Zanna tidak menjawab nya karena tidak sadar dengan handphone nya yang masih menggunakan mode pesawat ia mencari kontak Clara dan memencet nomor telfon Clara dan berlalu menelpon Clara. "ZANNA!" Teriak Clara dari telfon tersebut yang tengah mengkhawatirkan Zanna dengan sontak Zanna menjauhi handphone nya dari telinga nya karena teriakan Clara yang membuat telinga nya berdengung. "Kamu dari mana saja?!, aku menelepon mu berulang kali namun tidak ada sautan sedikit pun!" Ucap Clara khawatir dengan keadaan Zanna dan juga Alvaro. "Hey tenang, maaf kan aku Clara aku tidak melihat kau menelepon ku karena aku masih menggunakan mode pesawat sedari tadi ... maafkan aku Clara" Jelas Zanna membuat Clara menghembuskan nafas nya kasar. "Jadi apa kalian sudah sampai?" Tanya Clara. "Ya, kami sudah sampai dengan selamat" Ucap Zanna sembari tersenyum. "Bagaimana dengan Abang?" Tanya Clara menanyakan Alvaro. "Mas Alvaro sedang di luar sebentar, katanya ia ada urusan mendesak tapi tenang saja ia akan pulang sedikit lagi" Jelas Zanna. "Oh seperti itu, dan sekarang apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Clara. "Aku tidak tau Clara, aku tidak bisa tidur aku belum lelah karena tidur yang panjang sedari tadi dan Mas Alvaro menyuruh ku untuk istirahat pada saat sampai di hotel ini" Ucap Zanna membuat Clara tertawa. "Haha!, Abang hanya khawatirin kamu kok dia takut kamu sakit jadi di suruh istirahat saja" Ucap Clara membuat Zanna tersenyum malu. "A-ah..seperti itu ya" Jawab Zanna. "Yup, Oh ya zann coba lah keluar jalan- jalan besok bersama bang Alvaro menikmati keindahan swiss aku yakin kamu akan menyukai nya" Ucap Clara sembari tersenyum senang. "Aku tidak yakin untuk berpergian besok Clar, Mas Alvaro terlihat sangat sibuk tenang saja karena mungkin waktu kami di sini masih banyak aku akan melakukan video call bersama mu untuk melihat keindahan di sini ok?" Ucap Zanna sembari tersenyum dan di balas kekehan kecil dari Clara. "Uh'huh, terimakasih Zann kalau begitu coba lah untuk menonton TV agar kamu tidak bosan" Saranan Clara kepada Zanna dan sontak Zanna memalingkan kepala nya ke arah televisi besar yang terdapat pada kamar itu. "Kamu benar juga, baiklah kalau begitu aku akan menonton televisi saranan yang bagus clar haha" Ucap Zanna sembari tertawa kecil. "Haha tentu, aku akan mematikan telefon nya sekarang nikmatilah waktu kalian berdua! jangan lupa untuk membawa kan buah tangan untuk ku!" Ucap Clara. "Tentu saja!, terimakasih Clar sampai jumpa" Ucap Zanna dan di jawab sapaan balik dari Clara, Clara pun mematikan telefon nya. Zanna berjalan ke arah sofa yang terdapat pada ruangan tersebut yang menghadapkan diri nya pada televisi ia mulai mencari Channel TV yang bagus sampai- sampai ia melihat salah satu Channel TV yang membuat nya tertarik yang di mana oada Channel tersebut tengah menyiarkan Universitas yang terdapat di swiss. Zanna pun menyilangkan kaki nya sembari memegang bantal dan berlalu menonton televisi. "Kuliah ya ..." Batin Zanna sembari menatap Televisi. "Aku harus mendaftar kan kuliah dengan segera , aku harus membicara kan hal ini dengan Mas Alvaro" Batin Zanna sembari menatap Televisi dan sesekali menatap ke arah jendela. "Hoamm" Karena terlalu lama menatap Televisi Zanna pun merasa ingin tidur dengan mata nya yang lelah, Akhirnya ia pun tertidur pada sofa tersebut dengan Televisi yang masih dalam keadaan menyala. Alvaro masih menatap monitor komputer nya di ruangan pribadi milik ayah nya pada perusahaan itu sesekali Alvaro merenggangkan tubuh nya yang terasa lelah dan pegal. "Huh ... sudah jam 01.22 malam" Ucap Alvaro sembari melihat jam dinding yang terdapat pada ruangan itu. "Aku harus memgembangkan strategi kerja perusahaan marketing ini agar menghasilkan laba yang besar dan juga banyak agar perusahaan ini menjadi yang paling terunggul, aku harus mengadakan meeting besok" Ucap Alvaro sembari mengetik pada monitor nya. "Zanna .." Kegiatan Alvaro yang tengah mengetik terhentikan karena meningat Zanna yang tengah sendirian di hotel, Alvaro berlalu mengambil handphone milik nya dan berlalu memencet nomor Zanna guna menelepon Zanna apakah semua baik- baik saja atau tidak. "Ah, Zanna tidak mengangkat telfon ku mungkin ia telah tidur aku juga harus kembali ke hotel sekarang semua sudah beres hanya tersisa melakukan meeting untuk ke esokan hari nya." Ucap Alvaro sembari menatap handphone nya. Alvaro berlalu mengambil barang keperluan nya dan berlalu meninggalkan ruangan itu dengan tujuan untuk kembali ke hotel. Alvaro mulai mengendarai mobil milik nya menuju hotel, sesampai nya di lobby hotel dengan berjalan agak cepat Alvaro mulai menaiki lift untuk naik ke lantai 9 yang di mana terdapat kamar nya bersama Zanna berada. Alvaro mulai membuka pintu kamar hotel tersebut menggunakan card code milik nya. "Halo, Zanna aku pulang" Panggil Alvaro namun tidak ada sautan dari Zanna, kini Alvaro mendapati Zanna yang tengah tertidur di atas sofa tidak lupa dengan televisi yang tengah menyala. "Haha, dia telah tidur rupanya" Ucap Alvaro sembari membungkukan diri nya dan berlalu mengelus kepala Zanna dengan sangat lembut dan halus. "Zanna ... apa aku mencintai mu?" Batin Alvaro sembari menatap Zanna, ia bingung terhadap perasaan nya kepada Zanna ia merasa bimbang karena menurut Alvaro ia masih mencintai mantan kekasih nya juga yang bernama jane dan di sisi lain ia merasa kasihan kepada Zanna. "Aku memikirkan apa barusan, huft hal yang bodoh" Ucap Alvaro pelan sembari terkekeh. Alvaro mulai mengangkat perlahan tubuh Zanna menuju tempat tidur, agar Zanna dapat tertidur dengan pulas, Zanna menggeliat kecil karena ulah Alvaro yang menopang tubuh nya. "Aku akan mandi" Ucap Alvaro pelan dan berlalu melepas jaket kulit tebal milik nya dan juga syaf yang tengah ia gunakan dan meletakan nya di atas sofa. Alvaro beranjak ke arah kamar mandi untuk menyegarkan pikiran nya, menurut Alvaro dengan mandi ia dapat membuat tubuh nya terasa lebih nyaman dan segar. Zanna membuka mata nya perlahan, ia terkejut karena tubuh nya yang kini telah berada di atas tempat tidur. "Mas Alvaro? dia telah sampai" Ucap Zanna sembari melihat ke arah sekitar masih dengan posisi nya yang masih tertidur, Zanna mendengar suara pintu yang terbuka dan suara itu berasal dari suara pintu kamar mandi Zanna terkejut malu karena melihat Alvaro yang hanya bertelanjang d**a dengan handuk yang menutupi sebagian tubuh nya. BAB 4 "Ya tuhan, apa- apaan ini" Batin Zanna sembari membalikan tubuh nya membelakangi Alvaro yang tengah berjalan ke depan lemari untuk mengambil piyama nya. Alvaro menatap tubuh Zanna yang tengah membelakangi diri nya dan sesekali menatap ke arah lemari , Alvaro mulai mengenakan piyama nya dan mulai memasang kancing baju piyama yang hanya tersisa 1 kancing baju yang terbuka pada bagian kera piyama yang ia kenakan. Alvaro berjalan ke arah meja rias dan mulai mengusak rambut nya yang basah menggunakan handuk. "Hahh, segar rasa nya" Ucap Alvaro sembari menghembuskan nafas nya lega. "Aku harus tidur sekarang" Ucap Alvaro dan berlalu berjalan ke arah tempat tidur, Alvaro mulai menaiki tempat tidur yang di mana terdapat Zanna pada tempar tidur itu juga. Zanna yang merasa tempat tidur terasa goyang karena Alvaro yang memijakan tubuh nya untuk berbaring pun dengan sontak mengeratkan pelukan nya pada bantal guling yang tengah ia dekap dengan rasa gugup yang menyelimuti nya. Alvaro menatap langit langit kamar dengan tatapan kosong, sesekali ia menatap Zanna yang tengah membelakangi nya dan berlalu menatap langit langit kamar. Alvaro mulai mendekatkan tubuh nya ke arah Zanna dan memeluk tubuh Zanna dari belakang, Sontak Zanna yang sadar akan Alvaro yang memeluk nya pun langsung terkejut dan mencoba untuk tenang. Alvaro semakin mempererat pelukan nya pada Zanna karena tubuh Zanna yang terasa hangat Alvaro pun menjadi lebih tenang dan sedikit merasa kantuk. "Hangat ..." Ucap Alvaro pelan namun masih bisa di dengar oleh Zanna, Alvaro mengalungkan tangan nya pada pinggang Zanna dan satu tangan lain nya yang memegang tangan Zanna yang tengah memeluk guling. Karena mendengar Alvaro merasa nyaman, Zanna pun membalas genggaman Alvaro pada tangan nya sembari sedikit mengelus dan akhirnya Alvaro pun tertidur. "Mas melakukan banyak hal, ia pasti sangat lelah" Batin Zanna sembari mengelus pelan tangan Alvaro. "Seperti nya aku tidak bisa membicarakan hal kuliah untuk esok hari, Mas Alvaro pasti sangat lelah aku tidak tega untuk membicara kan hal ini" Ucap Zanna yang mengkhawatirkan keadaan Alvaro. Akhirnya karena memikirkan hal kuliah yang menghantui pikiran nya, Zanna pun memutuskan untuk tidur karena ia merasa kantuk menuju alam mimpi. Keesokan hari nya tepat pada pukul 06.33 AM Zanna terbangun dan tidak mendapati Alvaro yang semalam berada di samping nya, Zanna mulai mendudukan diri nya dan mulai mengusak mata nya. "Mas ..." Panggil Zanna sembari melihat ke sekeliling kamar namun tidak mendapati Alvaro. Akhirnya keluar lah Alvaro yang telah rapi dan terlihat tampan dengan jas biru yang ia kenakan untuk pergi ke kantor menghadiri meeting dengan bawahan nya dari kamar mandi tidak lupa dengan rambut yang telah ia sisir dengan rapi dan juga aroma maskulin dari parfum mewah yang ia gunakan. "Zanna, kamu sudah bangun rupanya ... bagaimana? apakah tidur mu nyenyak hum?" Tanya Alvaro sembari membenarkan kerah baju nya. Mendengar pertanyaan Alvaro pipi Zanna memerah karena mengingat Alvaro yang semalam memeluk nya. "Iya Mas, nyenyak sekali" Ucap Zanna sembari tersenyum ke arah Alvaro, Zanna mulai membangkitkan diri nya dari tempat tidur dan berlalu berjalan ke arah Alvaro dan memegang Dasi Alvaro guna memperbaiki nya karena terlihat berantakan. "Ini masih berantakan, biar ku bantu" Ucap Zanna sembari memperbaiki Dasi Alvaro tanpa rasa gugup, melihat Zanna memperbaiki Dasi nya Alvaro pun tersenyum sembari mengelus kepala Zanna dengan halus. "Terimakasih" Ucap Alvaro sembari menatap Zanna dengan lembut, sontak sedari awal saat Zanna tidak merasa gugup pun berubah menjadi gugup dan malu karena sentuhan tangan Alvaro pada rambut nya. "I-iya mas" Ucap Zanna gugup sembari mengangguk dan tersenyum. "Zann, apa kamu ingin berjalan- jalan menikmati kota swiss sebentar?" Tanya Alvaro kepada Zanna. "Aku rasa tidak Mas" Jawab Zanna. "Huh? mengapa?" Tanya Alvaro. Zanna tidak ingin menjawab pertanyaan Alvaro, ia tidak mau menjawab dengan jujur bahwa ia tidak ingin keluar Hotel apabila ia tidak bersama Alvaro, Zanna belum terbiasa untuk ber pergian sendiri apalagi pada saat ini ia sedang tidak berada di negara sendiri. Melihat raut wajah Zanna Alvaro bisa menebak apa yang sedang di pikirkan Zanna , Alvaro tau bahwa Zanna takut untuk berpergian sendiri "Humm, kamu tidak akan keluar berpergian tanpa aku kan" Ucap Alvaro menggoda Zanna, Sontak Zanna terkejut dan pipi nya memerah. "Ti-tidak seperti itu mas aku cuma" "Baiklah kalau begitu, kau bisa menunggu ku pulang kan? mungkin jam 15.00 AM aku akan tiba di hotel" Ucap Alvaro sembari tersenyum kepada Zanna, Zanna hanya menganggukan kepala nya guna mengiyakan pertanyaan Alvaro. "Aku pergi dulu, pesan lah makanan semau mu ... sampai jumpa" Ucap Alvaro sembari membuka pintu hotel dan melambaikan tangan pada Zanna yang hanya terdiam seperti patung dan berlalu meninggalkan Zanna. "Hahh .." Zanna menghembuskan nafas nya kasar dan lega karena perkataan Alvaro yang membuat jantung nya berdegup kencang pun menjadi normal kembali. Zanna melihat jam dinding kamar dan memutuskan untuk mandi dan turun ke lantai 1 untuk sarapan. "Aku akan mandi" Ucap Zanna dan berlalu berjalan ke arah kamar mandi. Di tengah jalan, Alvaro menelepon Arnold untuk menanyakan keadaan pada perusahaan yang terdapat di jakarta Alvaro ingin tau apakah semua nya baik- baik saja atau tidak. "Halo Arnold" Sapa Alvaro. "Halo bos, selamat pagi" Jawab Arnold. "Bagaimana dengan keadaan perusahaan? apa semua nya baik- baik saja?" Tanya Alvaro sembari menyeruput kopi espresso Favorit nya. "Semua nya baik- baik saja bos, tidak ada halangan sama sekali kita mendapatkan penawaran yang sangat banyak karena keunggulan perusahaan" Jelas Arnold. Mendengar ucapan Arnold, sekilas Alvaro pun tersenyum bangga dengan berita bagus di pagi hari ini. "Bagus, aku mengandalkan semua nya pada mu Arnold lakukan lah yang terbaik" Ucap Alvaro senang. "Baik bos!, aku akan melakukan yang terbaik ..." "Baiklah, selamat pagi" Ucap Alvaro dan berlalu menutup telefon nya. "Bos, apakah tujuan kita akan langsung ke perusahaan?" Tanya supir pribadi Arnold yang tengah mengendarai mobil. "Ya" jawab Alvaro singkat dan di iyakan oleh supir tersebut. Kini Alvaro telah sampai pada kantor nya, ia mulai memasuki kantor perusahaan tersebut di ikuti dengan pengawal nya. Semua orang yang terdapat pada kantor tersebut menyapa Alvaro guna menghormati Alvaro dan di balas anggukan dan senyuman dari Alvaro kepada mereka. "Ya ampun .., itu anak dari bos besar? ya tuhan dia tampan dan sangat gagah" Ucap Wanita cantik berambut Blonde yang mengagumi ke sempurnaan Alvaro. BAB 5 Wanita berkulit hitam di samping nya pun mengerutkan alis nya karena melihat tingkah teman nya itu. "Aaaa, lihatlah ia sangat tampan! aku akan mengencani nya segera mungkin" Ucap wanita berambut Blonde kagum dengan tampang Alvaro. "Huh? apa maksud mu? jangan lah mencoba coba untuk mendekati bos kita, dia telah mempunyai istri" Mendengar ucapan wanita berkulit hitam sontak membuat teman nya terkejut dan seketika suasana hati nya menjadi murung mendengar Alvaro telah mempunyai istri. "Apa ..?" Ucap wanita berambut Blonde dengan raut wajah nya yang murung karena ia tidak ingin menjadi perebut kekasih orang. "Ya, bos kita telah menikah jangan lah kau berani- berani mendekati nya atau kau akan mendapatkan masalah besar" Jelas wanita berambut hitam sembari menatap Alvaro dari kejauhan. "Hey!, tenanglah sahabat mu ini tidak ingin menjadi perebut kekasih orang" Ucap Wanita berambut Blonde dengan bangga, teman nya yang mendengar ucapan nya hanya memutarkan bola mata nya malas. "Whatever" jawab wanita berkulit hitam singkat. "Selamat datang!" Ucap salah satu seorang sekretaris sembari menyapa Alvaro dan berlalu menjabat tangan Alvaro dan di balas jabatan tangan dari Alvaro juga yang berumur lebih tua dari Alvaro yang bernotabe sebagai sekretaris ayah Alvaro yang akan membantu Alvaro kedepan nya pada perusahaan tersebut. "Halo! terimakasih, Nama ku Alvaro" Ucap Alvaro memperkenalkan diri nya sembari menjabat tangan sekretaris tersebut dengan ramah. "Halo! nama ku Steven, sekretaris perusahaan ini salam kenal" Jawab Steven dengan ramah. "Baik, mohon kerja sama nya" Ucap Alvaro sembari tersenyum ramah dan di balas anggukan dan juga senyuman dari Steven. "Kita harus segera melaksanakan meeting, tolong panggil semua bawahan untuk melaksanakan meeting ini dengan segera" Perintah Alvaro pada Steven. "Baik Bos" Jawab Steven dan berlalu meninggalkan Alvaro, Tak tinggal diam Alvaro pun berjalan ke arah ruangan meeting di ikuti dengan kedua pengawal nya, sebelum itu mereka menaiki lift untuk menuju lantai 4 yang di mana terdapat ruangan meeting tersebut. Di sisi lain, Zanna tengah memainkan Handphone nya untuk melihat berita terkini yang tengah terjadi di jakarta. "Hah .. aku sangat bosan, apa yang harus ku lakukan, Mas Alvaro sedang tidak berada di sini" Ucap Zanna bosan sembari berbaring pada sofa yang terdapat di dekat Televisi. "Hum, aku akan mengelilingi hotel ini" Ucap Zanna dengan tujuan nya, Zanna pun beranjak ke arah lemari untuk mengganti baju nya menjadi baju yang lebih Casual tidak lupa dengan sweeter agar tubuh nya terasa ringan namun hangat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN