EPILOG

2375 Kata

Jam masih menunjukan pukul 3 pagi, tapi Ana sudah terjaga. "Huweeeek..." "Sayang kamu kenapa?" Tanya Geo khawatir sambil memijit tengkuk istrinya perlahan. Ana menggeleng lemah bersandar di d**a bidang Geo. Geo memapah Ana kembali ke tempat tidur. "Aku buatkan teh dulu ya," Ana mengangguk lemah, Geo pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk Ana. "Yo," panggil Ana setelah menghabiskan teh hangatnya. "Ya sayang?" Geo mengusap puncak kepala Ana lembut. "Kayaknya kita perlu beli rumah deh," usul Ana dengan senyum sumringah, Geo nampak berpikir, "tentu kalau kamu mau besok kita cari, tapi kenapa tiba-tiba sayang? Apa apartemen kita ini kurang besar?" "Besar banget sayang untuk kita berdua, tapi.." Ana menaruh tangan Geo di perut ratanya, "kalau nambah anggota nanti dia tidur di mana?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN