Chap 10

966 Kata
Adriana membuka matanya karena cahaya matahari membuat tidurnya terganggu. Ia melihat jam wekernya yang berada disebelah meja nakas dan sekarang sudah pukul delapan. gadis itu Gadis itu hendak turun dari Ranjang tapi ada tangan yang menariknya kembali ke tempat tidur. “Tidurlah lagi aku masih ngantuk. “ ”Rey ini sudah siang, aku ingin jalan-jalan. “ Adrina mendorong tubuh Reynald lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya. Adriana mencibir kesal. “Aku ingin pergi ke makam orang tuaku, setelah itu kita pergi bermain. “ ”Baiklah, kau mandi saja dulu, aku masih ingin bermalas-malasan. Jarang sekali aku bisa bersantai seperti ini.” Pangeran kerajaan Lucifer itu masih menutup matanya. Setengah jam kemudian keduanya sudah siap dan akan pergi ke makam orang tua Adriana menggunakan mobil. Sesamapai di makam Reynald berdiri di belakang Adriana dan melihat nama yang tertulis di batu nisan milik ayah Adriana. Thomas Rafael Chase. Ia mengingat panglima perang yang dulu bekerja di kerajaannya. Sejak kecil ia memang dekat dengan panglima perang tersebut. Adriana berjongkok di makam kedua orang tuanya sambil berdoa. Matanya tertutup dan mulutnya bergerak tapi tidak mengeluarkan suara. Reynald masih tetap berdiri dibelakang Adriana. Kedua taggannya dimasukan kedalam saku jaket miliknya. Kaumnya memang mahluk yang hina tapi mereka tidak pernah nyengkal keberadaan tuhan. Dirinya masih tidak mengerti bagaimana bisa manusia lebih baik dari pada iblis sepertinya. Mereka hanya mahluk lemah yang bahkan bisa dengan mudah dibunuh olehnya. Keangkuhan manusia kadang melebihi iblis semua itu karena ketidak puasan mereka akan suatu hal membuat manusia akan melakukan hal kotor untuk menggapainya. Mereka selalu mengeluh atas ujian yang diberikan dan menyalahkan sosok-Nya yang agung atas semua hal yang menimpa mereka. Sudut bibir kanannya terangkat sedikit membentuk seringai. Leluhurnya dibuang dari surga karena melakukan satu kesalahan. Lalu bagaimana dengan manusia yang selalu melakukan dosa? Mereka akan menyesali perbuatan itu esok hari tapi melakukan hal yang sama lain hari. Di dunia Immortal sebenarnya tidak ada klan angle. Itu hanyalah sebutan semata untuk klan mereka yang memiliki sifat menyukai kedamaian karena para malaikat asli tinggal di surga. Reynald tersenyum sambil menatap punggung gadis itu, dirinya kagum dengan Adriana yang masih memegang teguh kepercayaannya. Setelah selesai mereka pergi ke taman hiburan. Adriana tampak sangat senang dan tidak sabar untuk turun dari mobil. “Ayo Rey, aku ingin bermain. “ "Kita masih punya banyak waktu sayang. “ Reynald menutup pintu mobil. Tangannya menggenggam tangan Adriana agar gadis itu tidak hilang. Adriana menarik Reynald untuk menaiki sebuah wahana. ,Gadis itu terlihat sangat kegirangan sedangkan Reynald menderita pusing dan mual. Reynald ingin kesali membakar benda aneh yang dinaiki olehnya. ‘Astaga, aku lebih baik berperang dari pada menaiki wahana ini!’ Setelah wahana berhenti Reynald turun dengan sedikit terhuyung. Dia berkedip beberapa kali untuk mengusir pening dikepalnya. “Rey kau baik-baik saja? “ Adriana bertanya saat melihat wajah Reynald yang sedikit aneh dari biasanya menurut dirinya karena pemudia itu masih memperhatankan poker face miliknya. ”Aku baik-baik saja. “ Reynald menggumam pelan. Kepalnya sudah baik-baik saja dan dunia juga sudah berhenti berputar. "Umm, jika kau sedang sakit sebaiknya kau istirahat dulu. Aku akan bermain sendiri.” Mendengar itu Rey membulatkan matanya. ”Tidak, aku akan ikut. “ Tentu saja Reynald tidak bisa meninggalkan Adriana sendiri. Jika terjadi sesuatu kepada gadinya bagai mana? Lagipula iblis tidak bisa terserang penyakit apapun. ”Baiklah, kita naik wahana lain ayo. “ Mereka menaiki wahana lain yang ekstrim. Reynald hanya mengutuk dalam hati dan menahan mualnya. ”Baik, cukup untuk hari ini! Kita makan malam. “ Reynald menarik tangan Adriana menuju restoran saat gadis itu hendak berlarik ke wahana lainnya. Tapi makan malam itu biasa saja dan sedikit membuatnya tidak nyaman. Wajah Reynald sangat kaku. Selesai makan Adriana lebih dulu pergi ke parkiran meninggalkan Reynald yang sedang membayar. Brug… Adriana menabrak Seseorang. “Maaf aku tidak sengaja.“ Gadis itu mendongak dan wajah pria didepannya membuat seluruh saraf Adriana serasa tidka berfungsi. ”Ana? Kau dari mana saja selama beberapa minggu ini? Aku mencarimu. Kenapa kau tidak memberikan kabar? Sedang apa kau di sini? Dan bersama siapa? Kau tahu temanmu menanyaknmu karena tidak pernah masuk sekolah, kau membuatku khawatir.“ Pria itu menyerbu dengan banyak pertanyaan lalu memeluk Adriana secara tiba-tiba yang membuat gadis itu tersentak kaget. "Adriana mendorongnya menjauh. “Aku pindah keluar kota dan tinggal bersama pamanku. Aku tidak akan bersekolah lagi di sini.” ”Kenapa kau tidak memberi tahuku? Aku sangat merindukanmu.“ Pemuda itu menatap Adriana dengan lembut Reynald yang melihat kejadian itu mengangkat sebelah alisnya. Jelas sekali dia tidak menyukai pemandangan didepannya walau dia tahu itu pacar Adriana. Bomm.... Area taman bermain yang berada di seberang jalan meledak dengan tiba-tiba. Api membakar seluruh tempat itu dan asap hitam membumbung tinggi di langit malam. ❁❁❁❁❁ ”Lord maaf menggangu, kita mendapatkan surat dari kerajaan Wizard. “ Reyer Michael tangan kanan Lord Livian memberikan surat yang diambilnya dari elang pengirim surat. Lord Livian membuka surat tersebut. "Lord apa isi surat itu? “ Queen Clarissa terlihat sangat penasaran. ”Lord Alvin serta Queen Anggella dan tiga putrinya akan kemari tiga hari lagi.” Lord Livian memberi tahu setelah membaca surat tersebut. Dia membakar ketas ditangannya menjadi abu. ,Kening Queen Clarissa berkerut dalam. “Untuk apa mereka kemari Lord? Apakah salah satu putrinya menyukai Reynald? “ ”Aku tidak tahu Queen, tapi jika itu terjadi semua terserah kepada Rey sendiri. Jika kita membuat keputusan tanpa persetujuan Rey maka istana ini yang ada yah, kau pasti tahu Queen.” Lord Livian tidak melanjutkan kalimatnya karena yakin sang istri pasti mengerti maksudnya. "Ya, istana ini akan mengalami kerusakan yang cukup parah karena amukannya. “ Queen Clarissa menyangga kepalanya dan mulai berfikir berapa banyak kerusakan dan uang yang harus dirinya siapkan. ”Hah, aku sudah sangat menyukai Adriana. Dia sangat baik dan imut.” Queen Clarissa terus mengoceh tentang apa saja yan ingin di lakukannya bersama Adriana saat ia pulang nanti. ”Sebaiknya kau jangan terlalu berharap Queen, jika berharap atau bermimpi terlalu tinggi nanti jatuhnya sakit. Rey tidak akan membiarkan Adriana jauh-jauh darinya.” Lord Livian tersenyum mendengar u*****n istrinya. Ia yakin jika istrinya masih kesal karena Rey membawa Adriana tanpa pamit. ”Ah, sudahlah. Aku akan memberikan banyak tugas kepadanya agar aku bisa bermain bersama Adriana dan Bella nanti. “ Setelah mengatakan itu Queen Clarissa pergi meninggalkan aula utama. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN