"Berhenti menatapku begitu Zee." Ucap Valen ketika ia dan Zeesya sedang menikmati suasana malam di balkon kamar mansion Valen. "Aku bingung,,, Ucapan Zeesya menggantung. "Tentang perasaanmu pada Duke?." Sanggahan Valen sukses membuat kedua mata Zeesya membulat sempurna, dilemparnya bantal sofa yang tengah dipeluknya tadi. "Kau selalu saja bersikap menyebalkan, aku belum selesai bicara Ta." Ya sebenarnya Zeesya lebih senang memanggil Valen dengan sebutan Lita. "Lalu? Apa aku harus menebaknya lagi?." Tanya Valen sambil menaikkan alisnya, Zeesya menggeleng geleng. "Jangan lagi, tebakanmu itu sungguh membuatku jengkel." Valen terkekeh geli, ia sebenarnya ingin menggoda Zeesya. Ia tau Zeesya masih mencintai Duke, namun ada kata egois dan persahabatan yang menghalangi jalan cintanya

