"Bagaimana keadaanmu patner esku?." Malam ini Zeesya menjenguk Valen karena Devan mengabari padanya kalau Valen sudah sadar. Valen hanya memasang wajah datar, ya seperti biasanya. Terkesan sangat menyebalkan, namun begitulah dirinya. "Kalau kau datang hanya untuk menanyakan itu, silahkan pandang pintu itu dan cepatlah keluar." Kesal Valen, Zeesya terkekeh geli. Manusia es bisa marah pikirannya, bukankah sangat menggelikan? "Setelah koma selama satu minggu tingkat kedataran wajahmu meningkat, apa itu efeknya? Ah ya mungkin tapi aku tidak apa apa sudah biasa bukan?." Zeesya kembali terkekeh ketika Valen terlihat semakin kesal padanya, dia sangat bersyukur Valen sudah sadar dari komanya. "Aku hanya bercanda Queen, jujur aku sangat mengkhawatirkanmu. Dan masalah gadis itu dia sudah ku

