"Hallo." "....." "Siksa dia." "......" "Buat dia memohon ampun padaku." "....." Click Gadis itu tersenyum sumringah, entahlah sifat kedua gadis itu sama persis hanya saja salah satu di antara mereka sangat terlampau dingin pada sang musuh. Memiliki kepribadian yang buruk seperti itu adalah salah satu kesenangan tersendiri bagi Zeesya dan Valen, mereka tidak suka sama dengan orang lain, mereka ingin memiliki sisi istimewa sendiri. Zeesya menyiapkan dirinya untuk menemui tamu istimewanya, Zeesya kemudian beranjak dari ruangan bernuansa klasik itu menuju ruang khusus tahanan mereka. "Arghhh...!." Jeritan itu terdengar hampir jelas dari balik pintu, membuat seorang gadis yang hampir membuka pintu itu melengkungkan bibirnya ngeri. Seperdetik kemudian terdengar rintihan demi rintiha

