"Apa yang sudah kulakukan?." Ucapnya bermonolog. "Kau!." ❄❄❄❄ "Apa yang sudah kau lakukan pada putriku ha!." Murano murka, ia tau putrinya itu sangat keras kepala dan pembangkang namun Murano sangat menyayanginya. Ia tidak menyangka Jessy keponakannya bisa melukai sepupunya sendiri, Lily hanya bisa menangis tersedu sedu mengingat betapa pucat wajah putrinya. "Apa salah putriku? Kenapa kau ingin membunuhnya?." Lily mengucapkan dengan nada lemah. "A,,,ku ak,,,u tidak tau." Air mata Jessy sudah membasahi pipi mulusnya, mengapa ia bersikap seperti itu? "Kalau sampai terjadi apa apa pada putriku! Aku tidak akan sudi menganggapmu keponakanku lagi!." Bentak Murano membuat Jessy semakin menangis. "Cukup Murano! Jagan salahkan anakku, bisa saja anakku emosi karena ulah Valen yang tidak

