Rooftop adalah tempat yang paling nyaman bagi kedua gadis itu, mereka sama sama menerawang jauh kedepan memikirkan banyak strategi yang akan segera di luncurkan. Diam diam salah seorang dari mereka tersenyum penuh misteri, bibirnya seakan akan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya dan seberapa kuat dirinya. "Kau masih mencintainya?." Gadis bernama Zeesya itu menoleh dengan segera, matanya mengisyaratkan luka yang teramat mendalam, namun tidak dapat di pungkiri "Jangan bicara omong kosong Queen, bahkan dirinya telah merenggut kebahagiaanku lalu untuk apa lagi aku menyisakan cinta diruang hatiku untuk pria b******n sepertinya." Valen mendesis pelan, ini semua seharusnya hanya tentangnya dan hidupnya. Zeesya pantas bahagia dengan pria manapun termasuk Duke sekalipun, namun gadis turunan ar

