"Selamat malam Duke." Sapaan itu membuat seseorang yang mendengarnya menjadi bergetar hebat, tak lupa seringai tajam itu ikut menghiasi wajahnya. "Masih ingat denganku? Tentu saja kau masih ingat bukan kalau saja kepalamu itu tidak terbentur sesuatu. Dan ah iya, aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi Duke." Gadis itu tersenyum girang melihat pria di hadapannya, tangannya terulur untuk menyentuh pundak pria yang di panggil Duke itu. "Kau tau, dulu aku sangat mencintaimu. Sungguh teramat. Namun segalanya berubah ketika kau bersekongkol dengan iblis itu, hahaha iya kau menyakiti patnerku." Gadis itu tertawa hambar, sesekali tangannya memainkan pisau tajam yang siap untuk menyayat kulit seseorang kapan saja. "Lepaskan aku." Gadis itu terkekeh mendengar permintaan Duke, terkesan sa

