Valen pov Kupikir ini adalah keputusan yang tepat, kembali ke negara kelahiranku dan bertemu mereka semua. Aku tidak pernah percaya dengan cinta, dan aku juga tak ingin jatuh kedalam jeratan bernama cinta itu. Buatku cinta adalah hal yang harus ku hindari, kenyataannya mereka semua buta karena kata cinta. Dan kini aku harus meneriaki diriku sendiri karena dengan bodohnya aku ingin suka rela jatuh ke dalam jurang bernama cinta. Aku harus berkata jujur, bahwa saat ini jantungku berpacu lebih cepat bahkan sejak pesawat pribadiku ini memutuskan untuk lepas landas menuju Indonesia. Katakanlah aku gila aku juga menyetujui umpatan itu, karena nyatanya aku memang merasa sedikit gila hanya karena mengingat wajahnya jantungku sudah berpacu dengan cepat. Dan kini di berada di hadapanku menunjukk

