Chapter 54

1584 Kata

Sania menggerutu dengan kesal. Dia mendengus napasnya lalu memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Dia mendudukan diri di atas kasur. Mulutnya menggerutu kesal. Dia melipat kedua tangannya di depan dadaa. “Gue kan nggak sengaja jatuhin foto dia. Tapi marahnya udah kayak kesetanan aja. Dasar, monyett!” Sania mendengus sebal. Dia mengambil ponselnya dan melihat beberapa notifikasi pesan chat dari Deandra, sahabatnya. Deandra: San, lo dimana? Gue lihat bokap lo sakit parah. Kayaknya, bini barunya ninggalin bokap lo deh. Bales, woy! Melihat pesan singkat yang di kirim oleh Deandra, membuat Sania terdiam sejenak. Ayahnya sakit? Lalu kenapa saat pria itu sakit, kenapa harus dia yang susah merawatnya? Lalu dimana saat dia masih sehat, kenapa pria itu membuat dia menderita? Sania memilih untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN