Chapter 53

1719 Kata

“Mamah mau kamu segera menjalankan pernikahan kamu.” Felix, yang tadinya terdiam, mendongak menatap kearah sang Mamah. Giselda, berdekap, dengan menatap kesal sang Putra. “Felix. Kenapa malah diem aja! Memang susah ya, kalau punya anak nurunin sifat Bapaknya banget!” “Mah, aku tau. Kenapa selalu di ingetin terus sih. Aku kan juga nggak lupa.” “Halah. Kalau nggak di ingetin kamu tuh suka lupa dalam artian yang menggampangkan hal penting. Bagi kamu tuh Mamah tau, terpenting adalah kerja, perusahaan kamu, saham, pasar international, dan itu – itu aja. Sampai Mamah bosen liat kamu kerja bagai kuda.” Mendengar omel dari Gladys, Felix menghela napasnya. Dia memijat pangkal hidungnya. “Aku pun kerja juga bukan untuk main – main.” “Terserah. Secepatnya, kamu dan Nanad harus menikah! Kamu ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN