Chapter 52

1246 Kata

Keterpurukan tak menguasai Nadia dengan lama. Felix, mampu membuat wanita itu sadar, meski dengan ucapan pedas yang menampar wanita itu. Karena Felix, Nadia kini sudah mampu berdiri di depan pintu kamarnya, membuat Bram, yang melihat bersama dengan Edgar menatap dengan sendu wanita itu. Edgar, menyentuh bahu Bram, dan menganggukan kepalanya pelan. “Jangan memaksa putrimu, Uncle. Tugas kamu hanya mensupportnya saja. Selebihnya biarkan waktu yang memulihkan lukanya.” Bram menatap Edgar, menghela napasnya dengan perlahan. “Aku akan melakukan yang terbaik, untuk anakku. Dia satu – satunya yang aku miliki sekarang.” “Ya, lakukan. Peranmu masih ada, dan akan selalu ada untuk putri kecilmu.” Felix, yang ada di sisi Nadia, memegang tangan Nadia. Dia, membuat sang empu menoleh ke sisi, dan mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN