Chapter 22

1557 Kata

Sampai di apartemen, Nadia terkejut karena yang sampai terlebih dahulu adalah Felix. Dia membelakan matanya dan mengerjapkan. “Eh? Kok, duluan kamu yang sampai?” Felix, yang kedua tangannya berada di dalam kantong celana, menatap datar ke depan. “Saya sudah dari tadi.” Jack datang dan memberikan kantong belanjaan kepada Nadia. Nadia pun meringis, “Thank you, Jack!” “Jelas saya lebih dahulu datang, kamu saja beli es krim sebanyak itu Nadia.” Nadia memajukan bibirnya, menatap Felix. “Ya jelas dong, kan aku ngidam es krim. Sapa tau kan aku beneran hamil anak kamu, ups!” Felix memutar bola matanya, dan masuk ke dalam apartemen dengan di ikuti oleh Nadia yang berada di belakang menyusul dengan belanjaan banyaknya. Nadia langsung mengicir ke dapur, dan meletakan kantong belanjaannya di atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN