Dengan langkah yang santai, Nadia kembali ke ruangannya dengan kotak di tangannya. Wanita itu mengelus - elus kotak di tangannya, dengan pelan. Bibirnya berdecih sambil mengelus kotak yang dia bawa. "Ah, memang pacar aku paling suka seenaknya. Kan, ponsel mahal - mahal juga. Orang kaya memang bebas!" gerurunya tidak jelas. Anggit yang baru saja datang di office, melirik kearah Nadia. Tatapannya mengarah ke tangan wanita itu, dan menaikan alisnya. "Lo ke kantor bawa kardus ponsel yang gue beliin? Segitu bersyukurnya hemat duit. Dasar!" Nadia terkejut dan menoleh. Melirik Anggit yang kini mengambil duduk di kursinya. "Oh, ini? Bukan kardus ponsel yang lo beliin kok." "Terus?" Nadia menghela napas, dan menarik kursinya hingga dekat dengan Anggit. "Gue di beliin ponsel baru sama Fel

