Pagi harinya di kantor, Nadia tersenyum mengerjakan tugas – tugas yang di berikan Lucas kepadanya. Dia menatap ponsel yang di berikan Anggit untuknya. Dia senang, sahabatnya sangat begitu pengertian sekali kepadanya. Dia mengelus ponsel miliknya dengan lembut. “Nad!” Nadia yang terkejut mendongak, dan mendapati Lucas yang menatapnya dingin. Dia terbangun dan menyengir menatap pria itu di hadapannya. “Eh, Pak Lucas. Ada yang bisa saya bantu, Pak?” “Tentu ada, jika saya sampai harus kemari, Nadia,” kata pria itu sambil memutar bola matanya malas. Nadia mendengarnya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia menyengir saja membalas ucapan dari pria itu. “Ikuti saya!” Lucas pergi setelah mengatakan itu. Nadia pun tanpa membuang waktu lagi, dia mengikuti Lucas hingga ke ruangannya. Pria itu

