Kedua insan berada di dalam satu mobil yang sama. Keduanya saling diam, dan tak bersuara. Keheningan yang menjadikan selimut diantara keduanya. Sania, wanita dua puluh tahun itu diam, memilih bungkam. Dia terasa terjebak di suatu kesialan yang teramat dalam. Entah apa yang di pikirkan oleh Ana, hingga membuat acara kencan yang menyiksa dirinya. Sania juga heran, kenapa pada akhirnya Aron juga setuju untuk menyetujui permintaan tak masuk akal dari Ana? Citt!! Mobil milik Aron berhenti. Dia menatap ke sisi kemudi, tepat Sania duduk. "Turun." Sania yang mendengar melongo. Apakah pria itu merencanakan suatu pembunuhan kepadanya seperti di film - film yang dulu sering dia tonton? Sania langsung dengan erat spontan memegang seat belt dengan kencang. Dia menggelengkan kepala dengan melo

