Chapter 50

1175 Kata

Nadia Bramantyo, berlari dengan kencang menyusuri lorong rumah sakit. Wanita itu berlari memangkas waktu, mempercepat, agar segera sampai di tempat Sandra di rawat. Sampai di depan lift yang masih tertutup, Nadia menunggu dengan perasaan yang sangat gelisah. Dia menautkan kedua tangan menunggu lift terbuka. "Aish, kenapa lama sekali!" gumamnya. Dengan perasaan yang campur aduk, Nadia pun langsung menuju ke tangga untuk menaiki menuju lantai empat di mana ruangan Sandra. Deru napasnya sudah tak beraturan. Baru akan memangkas ke lantai dua saja bulir - bulir keringat menjadi saksi betapa penuh usaha wanita itu untuk segera sampai, menapaki satu persatu anak tangga. Nadia, terus berusaha berlari untuk sampai di tujuan utamanya, yaitu lantai empat. Sedikit lagi, dia akan berhasil sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN