Berhari – hari Nadia, memutuskan untuk menyibukan dirinya. Dia bahkan menambah pekerjaan part time sehabis dari kantor, membiarkan waktu memangkas dengan sendirinya, tak memberikan celah beristirahat. Di depan cashier, wanita itu menggenakan seragam coklat, dengan menggunakan topi hijau berdiri sambil mengetik nominal tertera pesanan. “Total pesanan seratus delapan puluh ribu.” Wanita di depan itu tersenyum memberikan lembaran seratus ribuan kepada Nadia. Nadia pun mengetiknya dan memberikan kembalian kepada wanita itu. “Tunggu sebentar, kami akan memanggil jika pesanan telah siap.” “Oke, terimakasih Kak.” “Ya, sama – sama.” Dia, menghela napasnya. Melihat di tangannya menunjukan pukul sebelas malam. Dia, benar – benar tak memberikan celah istirahat dia selama dua hari belakangan ini

