Alya menangis sepanjang perjalanannya menuju tempat kostnya, ia masih mengingat ucapan para ibu-ibu tadi. "Seorang p*****r memang rendahan, apa yang mereka katakan benar, tapi itu bukanlah keinginanku, aku pun tak pernah menyangka bisa terjebak di dunia menjijikkan itu," ucapnya dalam hati, Alya seperti merasa tersindir dengan ucapan ibu-ibu tukang gosip itu. Meskipun begitu Alya tak pernah menyesal terjebak di dunia malam itu karena Ibu dan juga adiknya, ia hanya menyesal kenapa saat itu tak ada jalan lain selain menjadi wanita malam. "Kenapa menangis Kakak cantik?" tanya seorang anak kecil yang berpapasan dengan Alya. Alya menghapus air matanya. Ia berjongkok dan berhadapan dengan anak kecil yang berjenis kelamin perempuan itu. "Kakak tidak menangis, tadi mata kakak kelilipan

