14. Follow-up?

1294 Kata

✈️ Mereka sampai di bandara Soetta selepas Ashar. Rembang sore Jakarta menyapa hadirnya dua sejoli itu. Tampak keduanya enggan untuk berpisah, kentara dari tautan tangan mereka yang saling menggenggam.  Perasaan membuncah karena ingin cepat pulang  seolah sirna. Padahal sejak packing barang di hotel tadi pagi, Agnes hanya memikirkan Camelia. Bagaimana keadaan mami tersayangnya itu? Apa darah tingginya kambuh? Agnes tak bisa membayangkan hal buruk  lainnya. Jangan. Apalagi ia tahu sekali maminya itu senang makan segala seperti dirinya. Pastilah itu jadi pemicu darah tingginya.  Namun sekarang, saat kakinya memijak di sini, di kota asalnya, raut ragu dan hati yang gamang mendominasinya. Kenyataannya memikirkan bahwa ada kemungkinan lelaki yang berdiri di hadapannya kini, beberapa saat lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN