BAB 15 Mocca Rasa Cinta Naya merebahkan diri di kursi panjang yang terletak di balkon kamar. Mengamati awan yang bercerai-berai diterpa angin di hamparan langit malam, menyebarkan kehitaman yang hampir saja menutupi terang bulan yang bercahaya. Malam menyanyikan kediaman yang semakin menambah kesunyian yang semakin senyap. Beberapa kali Naya membenahi selimut Doraemon yang menutup badan. Meski udara Kota Semarang terasa lebih hangat, Naya tidak pernah sekalipun mengacuhkan selimut kesayangannya itu. Lebih tepatnya, dengan selimut itu, Naya merasakan dekap hangat yang tidak dia dapat dari Gasta. Semakin lama, rasa sesak menyelusup ke dalam d**a. Perempuan itu mengembuskan napas dengan gusar. Di tempat kerja, ia bisa leluasa untuk sejenak melupakan Gasta. Namun, dalam kesendirian, sosok l

