BAB 20 Restu Ibu Laju mobil membelah keramaian jalanan Klaten menuju Yogyakarta. Fatih memerhatikan Naya yang masih saja terdiam sejak bertolak dari tempat yang mereka singgahi. Membuat laki-laki itu sadar akan satu hal, bahwa Naya adalah tipe perempuan yang moody. “Kamu kenapa? Sejak masuk mobil kok diam aja?” tanya Fatih dengan hati-hati. Takut kalau-kalau Naya akan tersinggung mendengar ucapannya. Naya yang sejak tadi menatap ke luar jendela, menoleh dan tersenyum. Ia hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Fatih memelankan laju kendaraan, lalu menepi menjauhi keramaian. Laki-laki itu memarkirkan mobilnya di bawah pohon yang cukup rindang di area taman Kota Klaten. “Kenapa berhenti?” Naya menatap bingung ke arah Fatih. Laki-laki yang duduk di belakang kemudi itu mematikan mesin

