BAB 21 Indahnya Pada Waktunya Suasana malam begitu menenangkan. Taburan bintang menambah keindahan langit yang terbentang. Naya yang sejak tadi berdiri di tepi balkon tak hentinya bersyukur atas apa yang terjadi pada dirinya. Keterbukaan Bu Galuh yang dengan mudah menerima kehadirannya, sungguh suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Terlebih, Naya bukanlah perempuan yang berasal dari keluarga berada. Usapan lembut pada kedua lengan Naya menyadarkan perempuan itu dari alam bawah sadar. Fatih melihat bibir Naya yang semakin hari semakin banyak terkembang. Laki-laki yang belum lama dikenal Naya, kini tengah resmi menjadi calon suami, satu-satunya orang yang akan bertanggung-jawab dalam bahtera rumah tangga yang akan mereka arungi. “Setelah kita menikah nanti, sebaiknya jangan terla

