Mia tak pernah mengira akan berurusan dengan Rios sebelumnya. Awalnya ia hanya bertanya tentang bagaimana masa sekolah Akram. Saat Rios beberapa kali datang dan membuka diri padanya ia menjadi semakin tertarik. Tentu mereka mengobrol tidak hanya berdua, selalu ada orang lain seperti Dania, Mas Danang ataupun Malka. Hingga akhirnya sebuah ide terbersit akibat dari pertanyaan yang mengusiknya. ‘Kamu percaya seratus persen sama dia?’ Mia pun mengerjap. Ia putar ulang ingatannya tentang percakapan bersama Rios kala itu. “Sebenarnya aku ....” Mia berusaha mengumpulkan keberanian. “Kamu? Kamu apa?” Mia mengangguk kecil. Ia menghela napas sejenak untuk sekadar melegakan perasaan. Ia harus menyusun ulang kata-katanya. “Maaf, Mas sebelumnya. Sebenarnya aku pernah minta bantuan Rios beberapa k

